Download aplikasi Takwa di Google Play Store

Ketahuilah Cara Sholat : Syarat Wajib dan Syarat Sah

Ketahuilah Cara Sholat : Syarat Wajib dan Syarat Sah

Selain memperhatikan rukun dan sunnah dalam tata cara sholat, penting juga untuk mengetahui syarat-syarat sholat, agar sholat yang dikerjakan benar dan diterima Allah SWT. Berbeda dengan rukun sholat, syarat sholat bukanlah bagian dari sholat itu sendiri dan berada di luar sholat dan keduanya memiliki persamaan, yaitu harus dipenuhi atau dikerjakan dan meninggalkannya dapat membatalkan sholat. Syarat sholat dibagi menjadi dua: syarat sah dan syarat wajib.

Syarat Wajib Sholat

Maksud dari syarat wajib adalah, hal-hal yang menjadikan sholat wajib bagi seseorang, hilangnya syarat wajib berarti hilang kewajiban seseorang untuk mengerjakan sholat. Dapat dipahami bahwa mereka yang tidak memenuhi syarat wajib tidak berdosa dalam meninggalkan sholat, namun tidak mutlak seperti itu, karena seorang kafir akan dihisab dalam setiap ibadah wajib yang ia tinggalkan, hal ini didasarkan firman Allah :

مَا سَلَكَكُمْ فِيْ سَقَرٍ.قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ المُصَلِّيْنَ

Artinya : “Apa yang membuatmu masuk ke neraka saqor?” Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat.”

Hal ini disampaikan oleh Jalaluddin Al Mahalli dalam kitab Syarh Al Waroqot.

Syarat wajib yang harus dipenuhi setidaknya 4 hal, yaitu :

  1.   Islam. Seorang tidak wajib atasnya sholat dan tidak akan mendapatkan pahala dari sholatnya selagi ia belum meyakini bahwa tiada tuhan selain Allah dan nabi Muhammad utusan Allah.
  2.   Baligh. Walaupun baligh adalah syarat wajib, orang tua disunahkan mengajarkan anaknya sholat sejak kecil dan pahala anak yang sholat akan diberikan kepada orang tua.
  3.   Berakal. Orang gila tidak diwajibkan atasnya sholat dan ia tidak akan diminta pertanggung jawaban atas sholat yang ditinggalkan.
  4.   Suci dari haidh dan nifas. Perempuan yang haidh atau nifas lalu ia mengerjakan sholat, wajib baginya untuk beristighfar, karena sholat menjadi haram dilakukan dalam keadaan haidh.

4 syarat ini harus terpenuhi semuanya agar seorang dapat melaksanakan sholat dan sholatnya memiliki nilai ibadah yang lengkap. Bagi mereka yang mengerjakan cara sholat dengan benar, namun belum memenuhi salah satu syarat diatas, maka sholatnya tidak memiliki nilai ibadah.

Baca juga: Beberapa Bacaan Sujud dan Prakteknya dalam Fiqih Islami

Syarat Sah Sholat

Setelah memenuhi 4 Syarat Wajib yang telah disebutkan, seorang muslim juga harus memenuhi 5 syarat sah agar sholat yang ia kerjakan dikerjakan dengan benar dan diterima Allah. Yang dimaksud dengan syarat sah sholat adalah hal-hal yang menjadi tolak ukur apakah sholat kita diterima atau tidak secara hukum fikih. Disebutkan oleh Qodhi Abu Syuja’ dalam kitab Al Ghoyah wa Al Taqrib 5 syarat sah sholat :

  1.       Sucinya badan dari hadast dan najis. Perbedaan hadats dan najis, hadats tidak dapat dilihat oleh mata, sementara najis hal yang dapat dilihat mata yang wujud keduanya menyebabkan sholat tidak sah.untuk menghilangkan hadats seorang muslim wajib berwudhu sebelum sholat, apabila hadatsnya kecil. Sementara hadats yang besar harus dihilangkan dengan mandi. Untuk menghilangkan najis ia harus menghilangkan setidaknya 2 dari 3 sifat najis: aroma, rasa dan warna.
  2.       Menutup aurat dengan pakaian yang suci. Batas aurat (dalam mazhab syafi’i) bagi laki-laki dimulai dari bawah pusar sampai lutut (pusar dan lutut bukan aurat), sementara bagi wanita seluruh anggota tubuh selain muka dan telapak tangan.
  3.       Sholat di tempat yang suci. Yang dimaksud suci adalah tidak adanya najis di tempat tersebut, apabila tempat sholat kotor banyak debu atau lumpur, selagi tidak ada najis, sholat tetap sah dilakukan disana.
  4.       Mengetahui waktu masuk sholat. Zaman sekarang sangat mudah untuk mengetahui waktu sholat, ditambah banyaknya aplikasi yang membantu dalam memberi tahu waktu-waktu sholat, seperti aplikasi takwa ini misalnya.
  5.       Menghadap kiblat. Kiblat sebagai tempat yang Allah jadikan pusat ibadah umat muslim, kiblat bukanlah tempat Allah bersemayam , karena Allah tidak bertempat.

Perlu diketahui, 5 syarat sah ini adalah ukuran yang dibuat para ahli fikih untuk mengira-ngira apakah sholat yang kita lakukan benar atau tidak, sehingga kewajiban sholat telah kita lakukan,  bukan menjadi syarat diterimanya ibadah di sisi Allah. Bisa jadi 5 syarat ini sudah terpenuhi, tapi sholat kita tidak diterima di sisi Allah, karena diterima atau tidaknya suatu ibadah adalah hak prerogatif Allah. Tapi jangan takut dan selalu husnudzon seraya memperkuat sholat dengan berusaha khusyu’, karena khusyu’ adalah ruh sholat. Dengan ini, syarat dan rukun menjadi ukuran cara sholat menurut ahli fikih, dan kekhusyu’an menjadi tolak ukur kebaikan sholat yang dilakukan. Wallahu’ a’lam bisshowab.

_

Penulis:
Fikri Hakim,
Alumni Fakultas Ushuluddin Program Studi Tafsir, Al-Azhar – Kairo.

Editor:
Azman Hamdika Syafaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *