Download aplikasi Takwa di Google Play Store

Ketahuilah Cara Sholat : Sunnah dan Rukun Sholat

Ketahuilah Cara Sholat : Sunnah dan Rukun Sholat

Sholat adalah ibadah yang pertama kali dihisab oleh Allah pada hari kiamat nanti, sangat penting bagi setiap muslim untuk mempelajari tata cara sholat dengan benar, agar kelak pada hari akhir ia tidak termasuk orang yang merugi. Benar tidaknya sholat dilakukan tidak mutlak pada satu perspektif saja, banyak pendapat dalam tata cara sholat, namun secara umum semua pendapat bermuara pada satu gambaran sholat yang hampir sama. Berikut tata cara sholat dalam madzhab syafi’i yang penulis rangkum dari berbagai kitab mu’tamad dalam mazhab Syafi’i.

Rukun Sholat dan Pembagiannya

Dalam sholat ada pekerjaan yang tidak boleh ditinggalkan dan meninggalkannya akan menyebabkan sholat tidak sah, yaitu rukun. Dan ada pekerjaan yang apabila ditinggalkan tidak membatalkan sholat, yaitu sunnah. Rukun sholat dalam madzhab syafi’i terbagi menjadi 3 : yang pertama rukun qolbi , kedua : rukun fi’li, ketiga : rukun qouli. Rukun pertama, yaitu rukun qolbi yang maknanya adalah pekerjaan yang dilakukan dengan hati dan tidak boleh ditinggalkan, hanya ada satu rukun ini, yaitu niat. Sebelum mengerjakan sholat, seorang muslim harus membaca niat dalam hatinya yang dimana hati menjadi pusat dilafazkannya niat, niat harus sesuai dengan apa yang ingin dikerjakan, misalnya seorang sholat dzhuhur, maka niatnya harus sholat dzhuhur. Sementara hukum melafazkan niat dengan mulut adalah sunnah, karena adanya untuk menguatkan apa yang di hati.

Rukun kedua adalah rukun fi’li, yaitu rukun yang dikerjakan dengan anggota tubuh, yang termasuk rukun fi;li adalah :

  1.       Berdiri dengan thuma’ninah setelah takbirotul ihrom (berdiam dengan tenang setidaknya sepanjang bacaan subhanallah dan tidak wajib membaca subhanallah).
  2.       Ruku’ dengan tuma’ninah, setelah berdiri dan membaca surah Al Fatihah, wajib melakukan ruku’.
  3.       I’tidal; atau berdiri dari ruku’ dengan tuma’ninah.
  4.       Sujud 2 kali dengan tuma’ninah.
  5.       Duduk diantara 2 sujud dengan tuma’ninah.
  6.       Duduk pada tahiyyat akhir dengan tuma’ninah.

Perlu diketahui, 6 rukun yang disebutkan diatas hanyalah Gerakan yang dilakukan dengan anggota tubuh, tanpa perlu membaca bacaan apapun, sementara bacaan yang wajib diucapkan atau dinamakan rukun qouli adalah sebagai berikut :

  1.       Takbirotul ihrom, yaitu takbir yang dilakukan pada awal sholat saja, sementara takbir yang lain tidak wajib hukumnya. Dinamankan takbirotul ihrom, karena dengan takbir ini, apa-apa yang asalnya halal dikerjakan di luar sholat menjadi haram.
  2.       Surat Al Fatihah, seorang muslim setidaknya wajib menghafal surah ini dalam hidupnya, apabila belum sempat belajar, maka bisa menggantinya dengan surah lain atau zikir dan kewajiban menghafal tetap ada pada dirinya.
  3.       Membaca tahiyat pada tasyahud akhir.
  4.       Membaca sholawat kepada nabi Muhammad pada tasyahud akhir.
  5.       Mengucapkan salam pertama untuk keluar dari sholat.

12 rukun yang disebutkan diatas wajib untuk dikerjakan dan tidak boleh ditinggal, meninggalkan salah satunya akan membatalkan sholat, dengan kata lain, 12 rukun ini adalah hal yang sekurang-kurangnya dilakukan dalam sholat atau batas minimal sholat.

Baca juga : Doa Iftitah dan Hukum Membacanya di Dalam Sholat

Sunnah Sholat dan Pembagiannya

Sunnah adalah hal yang apabila dikerjakan kita mendapatkan pahala dan meninggalkannya tidak mendapat dosa, juga tidak membatalkan sholat. Sunnah dalam sholat dibagi menjadi 2: yang pertama dinamakan sunnah ab’adh, yaitu sunnah yang apabila ditinggalkan disunahkan untuk menggantinya dengan sujud sahwi dan sujud sahwi sendiri sunnah atau tidak wajib, dengan ini orang yang meninggalkan sunnah ab’adh dan tidak mengerjakan sujud sahwi, sholatnya tetap sah. Berikut adalah yang termasuk dalam sunnah ab’adh :

  1.       Duduk tasyahud awal beserta bacaannya dan sholawat kepada nabi Muhammad, atau sampai ucapan :

اللهم صل على محمد

  1.       Membaca qunut pada sholat shubuh dan witir pada bulan Ramadhan setelah tanggal 15.
  2.       Membaca sholawat untuk keluarga nabi Muhammad pada tasyahhud akhir.

Sunnah sholat yang kedua dinamakan sunnah hai’at sama dengan yang pertama, mengerjakannya akan berbuah pahala, namun meninggalkan sunnah hai’at tidak disunnahkan untuk sujud sahwi, dengan ini, yang tidak mengerjakan sunnah hai’at tidak perlu sujud sahwi. Diantara hal-hal yang termasuk sunnah hai’at adalah : mengangkat tangan ketika takbirotul ihrom, ruku’, I’tidal dan bangun dari tasyahud awal, membaca doa iftitah, membaca tasbih saat sujud dan ruku’, membaca doa saat I’tidal dan duduk diantara dua sujud, menengok ke kanan dan ke kiri saat mengucapkan salam dan mengucapkan salah yang kedua.

Rukun dan sunnah sholat ini merupakan hal yang harus diperhatikan setiap muslim ketika sholat, selain itu seorang muslim harus juga memperhatikan syarat-syarat sholat yang insya Allah akan dibahas dalam artikel selanjutnya. Wallahu a’lam bisshowab.

_

Penulis:
Fikri Hakim,
Alumni Fakultas Ushuluddin Program Studi Tafsir, Al-Azhar – Kairo.

Editor:
Azman Hamdika Syafaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *