Download aplikasi Takwa di Google Play Store

Beberapa Bacaan Sujud dan Prakteknya dalam Fiqih Islami

Beberapa Bacaan Sujud dan Prakteknya dalam Fiqih Islami

Sujud adalah salah satu rukun dalam shalat, yang apabila tidak dilakukan maka tidak lah sah shalatnya. Selain yang biasa dilakukan di dalam sholat, sujud juga memiliki beberapa jenis dan tiap jenis memiliki bacaan sujud masing-masing.

Terdapat banyak ayat di dalam Al-Qur’an yang menyebutkan perintah untuk bersujud, salah satunya  di dalam surah Al-Hajj ayat 77:

يَا أيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا ارْكَعُوْا وَ اسْجُدُوْا وَ اعْبُدُوْا رَبَّكُمْ وَ افْعَلُوْا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ 

“Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah, sujudlah, dan sembahlah tuhanmu dan kerjakanlah kebaikan agar kalian mendapatkan kemenangan”

Sujud dalam perspektif fiqih

Dalam kitab hasyiah  -penjelasan dari kitab Fathul Qarib– karya imam Ibrahim Al-Bayjuri (w. 1277 H), seorang ulama mazhab Syafii yang lahir di daerah Bajur, salah satu provinsi di Mesir, dan juga merupakan salah satu mantan Grand Syeikh Al-Azhar menjelaskan: arti sujud secara bahasa adalah tunduk atau merendahkan diri. Sedangkan menurut istilah para ulama sujud adalah menyentuhkan sebagian kening orang yang sholat ke tempat ia bersujud.

Adapun keadaan sempurna ketika bersujud adalah dimulai dengan bertakbir ketika  turun untuk melakukan sujud tanpa mengangkat tangan, lalu meletakkan lututnya, tangannya kemudian kening dan hidungnya. Sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadis Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma:

 

أمِرْتُ أنْ أسْجُدَ عَلَى سَبْعَةِ أعْظَمٍ؛ عَلَى الْجَبْهَةِ – وَ أشَارَ بِيَدِهِ إلَى أنْفِهِ – وَ الْيَدَيْنِ، وَ الرُّكْبَتَيْنِ، وَ أطْرَافِ الْقَدَمَيْنِ

 

“Aku diperintahkan untuk sujud di atas tujuh anggota badan: kening (lalu beliau menunjuk juga pada hidungnya), kedua tangan, kedua lutut, dan jari-jari kaki.” (HR. Bukhari)

 

Dari hadis di atas dapat kita simpulkan bahwa anggota sujud ada tujuh, yaitu:

  1. Kening dan hidung
  2. Tangan kanan
  3. Tangan kiri
  4. Lutut kanan
  5. Lutut kiri
  6. Jari-jari kaki kanan
  7. Jari-jari kaki kiri

Ketujuh anggota badan ini adalah bagian yang harus menempel ke tempat sujud agar sujud kita menjadi sempurna.

 

Masih dari kitab Hasyihah Bayjuri, disebutkan dalam satu rokaat terdapat dua kali sujud, yang dilakukan setelah rukun i’tidal (berdiri setelah ruku) dan setelah duduk di antara dua sujud. 

 

Baca juga: Kenapa Harus Membaca Surat Yasin

 

Dan bacaannya di dalam sholat: 

 

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأعْلَى وَ بِحَمْدِهِ

SUBHAANA ROBBIYAL A’LA WABIHAMDIH

Disunnahkan membacanya tiga kali dan maksimal bisa ditambahkan hingga 11 kali.

Jenis sujud lain yang masih berhubungan dengan sholat

  • Sujud Sahwi

Dilihat dari artinya secara bahasa, sahwun berarti lupa. Jadi di dalam istilah ahli fiqih, sujud sahwi adalah sujud yang dilakukan ketika kita lupa mengerjakan sunnah ab’adh di dalam shalat, atau karena mengerjakan sesuatu yang bisa membatalkan shalat jika dilakukan secara sengaja, seperti menambah ruku’ atau sujud.

Hukum melakukan sujud sahwi adalah sunnah. Sementara cara melakukannya seperti selayaknya sujud biasa di dalam shalat, yaitu dua kali sujud yang dilakukan di antara duduk antara dua sujud. Sujud ini bisa dilakukan sebelum salam atau seusai salam disertai niat untuk melakukannya.

Bacaan sujudnya adalah : 

سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَ لَا يَسْهُوْ

Subhaana man laa yanaamu walaa yashu (dibaca 3 kali)

“maha suci zat (Allah Swt.) yang tidak tidur dan tidak pula lupa”

  • Sujud Tilawah

Di dalam Al-Qur’an ada beberapa ayat yang ketika kita mendengar atau membacanya maka disunnahkan untuk bersujud baik itu di dalam  shalat ataupun di luar shalat. Ayat-Ayat itu disebut ayat sajdah dan sujud yang dilakukan disebut sujud tilawah.

Adapun ayat-ayat yang telah disepakati ulama untuk melakukan sujud tilawah ini adalah:

  1. Q.S Al-A’raf ayat 106
  2. Q.S Ar-Ra’d ayat 15
  3. Q.S An-Nahl ayat 50
  4. Q.S Al-Isra ayat 109
  5. Q.S Maryam ayat 58
  6. Q.S Al-Haj ayat 18
  7. Q.S Al-Haj ayat 77
  8. Q.S Al-Furqan ayat 60
  9. Q.S As-Sajdah ayat 15
  10. Q.S An-Najm ayat 62
  11. Q.S Al-Alaq ayat 19 

 

Hukum melaksanakan sujud ini adalah sunnah. Dan cara melakukannya:

  1. Ketika di dalam shalat: berniat melakukan sujud tilawah, kemudian mengucapkan takbir, lalu sujud satu kali kemudian berdiri lagi untuk melanjutkan bacaan atau ruku’. 
  2. Ketika di luar shalat: menghadap kiblat, berdiri, kemudian takbiratul ihram seperti shalat biasa, lalu sujud satu kali kemudian duduk lalu salam.

Bacaan sujudnya adalah:

سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَ صَوَّرَهُ وَ شَقَّ سَمْعَهُ وَ بَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَ قُوَّتِهِ فَتَبَارَكَ اللهُ أحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ

SAJADA WAJHIYA LILLADZI KHOLAQOHU WASYAQQO SAM’AHU WABASHOROHU BIHAULIHI FATABAAROKALLAHU AHSANUL KHOLIQIN

Artinya: “Aku bersujud kepada zat (Allah Swt.) yang telah menciptakanku dan membentukku dan yang telah membukakan pendengaranku dan penglihatanku dengan kekuasaan dan kekuatan-Nya. Maha suci Allah zat yang maha sebaik baiknya pencipta.”  

Demikianlah beberapa uraian tentang beberapa sujud dan bacaan-bacaannya, semoga kita bisa mengamalkannya karena salah satu nikmat yang Allah berikan kepada hambanya adalah dengan memberinya kesempatan untuk bisa beribadah kepadanya.

_

Penulis:
Albi Tisnadi Ramadhan,
Sedang menempuh studi di Universitas Al Azhar, Kairo. Fakultas Studi Islam dan Bahasa Arab.

Editor:
Azman Hamdika Syafaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *